Zina = Normalisasi?



Hai. Selamat Datang Pada Penulisan Karya Saya Yang Pertama. 
Pada pembahasan kali ini saya terlintas untuk menceritakan hal yang membuat saya sendiri terkejut ketika melakukan riset dan wawancara terhadap beberapa orang yang saya temui di kehidupan nyata. 


Saya menemukan bahwa di zaman yang sudah semakin maju dan berkembang baik secara pendidikan, informasi, dan teknologi, justru diimbangi dengan sisi hal negatif yang tentu ini membuat saya semakin bingung dengan konsep pikiran manusia zaman sekarang.Khususnya pada anak anak muda atau kaum remaja. 


Yang acap kali saya temui melakukan pamer harta, pamer pencapaian, pamer ini itu. Layaknya hal yang sudah normal bagi kehidupan mereka. Namun kali ini bukan itu yang kita bahas dan saya tidak ingin melirik dalam kasus tersebut. Melainkan tentang seks bebas/perzinahan yang saat ini sangat marak terjadi dimana mana. Ada yang melakukan suka sama suka, ada yang karena terpaksa demi kebutuhan, atau lebih parahnya diperkosa. 

Tentu ini bukan hal baru bagi kita semua yang hidup didunia saat ini, yang saya maksudkan adalah ketika saya survei dan menemukan hal yang membuat saya terkejut. Diantara 40 laki-laki dan perempuan yang saya temui sekitar 85% dari mereka rata rata sudah pernah melakukan hubungan suami istri diluar nikah. Ini baru beberapa teman dan sahabat terdekat saya saja yang saya jadikan bahan penulisan. Dalam satu lingkup pertemanan saja sudah seperti ini, bagaimana dengan kejadian diluar sana? Sangat diluar prediksi dan dugaan kemungkinan hal ini jarang terjadi, justru semakin marak terjadi. Alasannya pun beragam. 


Mulai dari faktor rasa penasaran, kelalaian pengawasan orang tua, lingkungan, masalah keluarga (broken home), pengaruh dari media sosial, dan yang lebih parah agar terlihat KEREN dihadapan orang lain. Sebetulnya ini adalah hal yang tidak keren atau bahkan mulia. Tentu saya bukan bermaksud mencampuri urusan mereka tapi jika hal ini terus menerus dilakukan, bagaimana nasib mereka? Bagaimana nasib masa depan mereka? Keluarga mereka? Bahkan anak mereka? Atau yang lebih parah bagaimana dengan generasi penerus jika hal ini semakin tidak ter tanggulangi dengan baik?. 


Tentu sangat berpengaruh, karena hal ini secara hukum negara saja sudah dilarang, apalagi hukum agama. Saya bukan bermaksud sok agamis, namun hal ini sangat disayangkan. Dimana masa ketika mereka harusnya mencari jati diri justru malah membinasakan diri. Banyak sudah kisah yang terjadi tentang perzinahan yang kian kemari kian marak terjadi pada kehidupan manusia. Khususnya pada kalangan remaja. Mereka berfikir bahwa dengan melakukan hal tersebut adalah sebagai pembuktian dengan pasangannya bahwa dia setia dan lain sebagainya. Ada juga yang hanya dijadikan ajang bergengsi. Dan yang lebih parahnya lagi hampir sebagian besar hanya sebagai bahan pengantar nafsu sesaat para remaja. Apakah hal ini sangat normal? Apakah ini membuat hubungan mereka semakin harmonis? Sayangnya, belum tentu bahkan tidak benar sekalipun perbuatan tersebut. 


Ada yang berakhir hubungannya, ada yang putus sekolah, bahkan ada yang hamil. Dan yang lebih parah lagi adalah aborsi. Secara anatomi, hal ini tentu berbahaya bagi kesehatan. Khususnya pada organ yang dimana tempat kita semua dulu dibentuk dan dilahirkan. Tentu akan banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan kita terutama mental. Bahkan ada yang sampai mengakhiri hidup karena ulah mereka sendiri. Jika fisik sudah hancur, kehormatan sudah rusak, pendidikan hancur, masa depan hancur, mental hancur, harus kepada siapakah kita menuntut agar semua itu dikembalikan? Sayangnya tidak ada yang dapat mengembalikan keadaan seperti sedia kala. Bahkan Tuhan pun enggan untuk mengembalikan hal tersebut karena sudah secara jelas melanggar laranganNya. 


Saya menyayangkan jika hal ini terus menerus dinormalisasi akan banyak generasi mendatang yang ditakutkan melakukan hal yang sama. Untuk kalian yang membaca postingan tulisan saya dalam kondisi apapun. Berhati-hatilah dalam tindak tunduk dan laku kalian. Karena itu akan sangat berpengaruh negatif ketika kalian salah dalam berbuat baik secara lisan maupun perbuatan. Terutama peran para orang tua yang wajib untuk mengawasi setiap perilaku dan sikap para remaja yang memiliki rasa eksplorasi yang tinggi serta rasa ingin tahu yang sangat besar. Lengah sedikit dari pengawasan bisa terjadi hal fatal yang akan merenggut masa depan para generasi penerus bangsa ini. 


Saya harap diakhir zaman ini kita semua dapat mendekatkan diri kepada Tuhan dan menjauhi semua larangan laranganNya. Tulisan ini dapat kalian jadikan kaca untuk evaluasi diri kita dan sebagai pengingat untuk menjaga kehormatan kita, baik laki-laki maupun perempuan sampai tiba masanya nanti. Serta tak lupa juga kita memohon perlindungan terhadap Tuhan Yang Maha Esa untuk dijauhkan dari perbuatan maksiat, zina, atau perbuatan keji lainnya. Baik secara lisan maupun perbuatan. Saya mengucapkan terimakasih atas atensi dan antusiasme para pembaca sekalian. Jika ada kritik dan saran silahkan tinggalkan dalam kolom komentar agar postingan ini menjadi lebih baik untuk kedepannya. Terimakasih. 

Komentar